Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Mulianya Akhlak Nabi



Kisah ini tentang RASULULLAH SAW dan SEORANG PENGEMIS YAHUDI BUTA.

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yangmendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian a…kan dipengaruhinya”. Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,

“Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”

Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan
hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali
satu saja”

“Apakah Itu?” tanya Abubakar RA. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu
pergi keujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis
Yahudi buta yang ada di sana” kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk
diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu
memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya,
si pengemis marah sambil menghardik, “Siapakah kamu ?”

Abubakar RA menjawab, “Aku orang yang biasa.”

“Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku” bantah si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku” pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu.
Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”. Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,
“Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia…”
Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
Subhanallah....

Semoga kita dapat mengambil pelahjaran dari kisah tersebut..

Tiga Nasehat Burung



Pada suatu hari, ada seseorang menangkap burung. Burung itu berkata Kepadanya, Aku tak berguna bagimu sebagai tawanan. Lepaskan saja aku. Nanti aku beri kau tiga nasihat.
Si burung berjanji akan memberikan nasihat pertama ketika berada dalam genggaman orang itu. Yang kedua akan diberikannya kalau ia sudah berada di cabang pohon dan yang ketiga ketika ia sudah mencapai puncak bukit.


Orang itu setuju, lalu ia meminta nasihat pertama.
Kata burung itu, Kalau kau kehilangan sesuatu, meskipun engkau menghargainya seperti hidupmu sendiri, jangan menyesal. Orang itu pun melepaskannya dan burung itu segera melompat ke dahan.
Disampaikannya nasihat yang kedua, Jangan percaya kepada segala yang bertentangan dengan akal, apabila tak ada bukti.

Kemudian burung itu terbang ke puncak gunung. Dari sana ia berkata, Wahai manusia malang! Dalam diriku terdapat dua permata besar, kalau saja tadi kau membunuhku, kau akan memperolehnya. Orang itu sangat menyesal memikirkan kehilangannya, namun katanya, setidaknya, katakan padaku nasihat yang ketiga itu! Si burung menjawab, Alangkah tololnya kau meminta nasihat ketiga sedangkan yang kedua pun belum kau renungkan sama sekali. Sudah kukatakan padaku agar jangan kecewa kalau kehilangan dan jangan mempercayai hal yang bertentangan dengan akal. Kini kau malah melakukan keduanya. Kau percaya pada hal yang tak masuk akal dan menyesali kehilanganmu. Aku pun tidak cukup besar untuk menyimpan dua permata besar! Kau tolol! Oleh karenanya kau harus tetap berada dalam keterbatasan yang disediakan bagi manusia.

Subhanallah....

> Sering sekali kita menyesal dengan apa yang hilang dari genggaman tangan kita, padahal kita tahu bahwa semua sudah diatur oleh yang maha mengatur yakni Allah SWT. Apa yang menjadi milik kita, tidak mungkin akan dimiliki oleh orang lain. Dan apa yang menjadi milik orang lain, tidak mungkin akan bisa kita miliki.
> Allah SWT telah memberi kita akal agar kita bisa berpikir, dan tidak gampang tertipu. Namun nyatanya kita gampang sekali tertipu oleh setan yang membohongi kita, sehingga kitapun menjadi orang yang merugi dan jauh dari Allah SWT.
> Sifat tama' yang telah kita miliki, kadang menutupi mata hati kita, sehingga kita hanya memburu dunia, tapi kita lupa terhadap kewajiban kita kepada Allah SWT.

Renungkanlah...!!!

Yahudi Masuk Islam Berkat Maulid



Ada seorang wanita yahudi bertetangga dengan orang muslim yang suka merayakan maulid. Orang muslim ini gemar sekali membaca riwayat-riwayat­ tentang Baginda Rasulullah SAW dan suka mengundang para tetangganya yang lain untuk merayakan maulid Nabi SAW di rumahnya serta menjamu mereka.

Tetangga si muslim yakni si wanita yahudi tadi kerap menyaksikan dari rumahnya, para muslimin berkumpul di rumah tetangganya dan melakukan perayaan maulid Nabinya.

Pada suatu malam, ia bermimpi hadir di acara itu dan melihat orang yang wajahnya terang benderang dan indah, ia lalu bertanya kepada orang disekitarnya, “Siapakah orang tampan itu?” Lalu ada yang menjawab, “Beliau adalah Nabi Muhammad SAW.”

Si yahudi lalu bertanya lagi, “Apakah jika saya menyapanya, ia mau membalas sapaan saya?” Dijawab, “Beliau adalah manusia yang paling ramah dan selalu membalas sapaan orang lain.” Tanya si yahudi kemudian, “Apakah jika saya bukan muslim ia mau menjawab sapaan saya?” Dijawab lagi, “Beliau menjawab semua yang menyapanya.”

Maka yahudi itu berkata, “Wahai Muhammad…!”

Rasul SAW menjawab, “Labbaiki”

Wanita yahudi itu berkata, “Kenapa engkau menjawab Labbaik padaku (Labbaik adalah jawaban penghormatan dari yang dipanggil), padahal kau tahu aku bukan muslim?”

Rasul SAW menjawab, “Aku tidak mengucap Labbaik kecuali aku tahu bahwa kau akan mendapat hidayah.”

Wanita yahudi itu pun masuk islam di tangan Rasulullah SAW dalam mimpinya, dan ia berjanji akan membuat perayaan maulid untuk Nabi SAW. Ini semua terjadi dalam mimpi si wanita.

Esok paginya ia bangun dari tidur, dan ia ingat bahwa ia sudah masuk islam semalam dan ia tetap ingin meneruskan imannya itu. Ia menjadi lebih bingung karena sudah berniat membuat perayaan maulid, bagaimana dengan suaminya yang masih beragama yahudi?

Maka ia bangun di pagi itu. Ia melihat suaminya sedang berkemas dan beres beres di rumahnya. Di ruang depan ada banyak bahan makanan dan di halaman rumah ia lihat ada beberapa ekor kambing gemuk dalam keadaan terikat.

Sang istri bertanya dengan penuh keheranan, “Suamiku, kau mau apa? Kenapa banyak sekali bahan makanan di dalam?" Suaminya menjawab, “Aku mau buat perayaan maulid.”

Sang istri terkejut, “Maulid? Suamiku, apakah kau sudah masuk islam?”

Sang suami menjawab dengan tenang, “Aku masuk islam di tangan Rasul SAW semalam dalam mimpi sesudahmu.”

Subhanallah ..!

Allahumma Shalli wa Sallim 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Ali Sayyidina Muhammad ...

Jangan Tertipu Oleh Harta



Abdullah bin Mas’ud ra pernah ditanya perihal siapakah orang yang cerdas dalam berinteraksi dengan harta?.”

Ia menjawab, “Yaitu orang yang menyimpan hartanya di tempat yang aman dari sentuhan rayap dan tak diendus maling. Yakni di sisi Allah swt.”
-----------------------------------------------------------------------
Seringkali kita dibuat bingung dan bimbang oleh harta. Dimana akan menyimpannya, seberapa aman tempat penyimpanan harta tsb, membuat brangkas harta dengan kode yang hanya kita yang tahu, dsb.

Sadarkah kita, bahwa saat malaikat Izro'il datang menjemput kita, disitulah akhir dari cerita kehidupan dunia.
Harta, rumah, mobil, barang-barang berharga, bahkan keluarga, anak istri pun semua akan kita tingalkan tanpa ada sedikitpun yang ikut serta dalam kubur kita.

Mana harta yang kita sibuk menjaganya. Mana rumah yang kita bangun megah. Mana anak istri yang kita cinta. Semua akan berpalig dari kta, saat kematian benar-benar menjemput kita.

Sebelum penyesalan tiada guna, mari kita coba manfaatkan semua anugrah agung yang Allah berikan pada kita saat kita berada di dunia., sehingga kita akan bisa tersenyum bahagia saat ajal datang menghampiri karena kita telah mendapatkan ridho Allah SWT.

TAK JUMPA NABI KARENA ROKOK


 Diceritakan oleh alhabib Umar bin Muhammad bin Hafidzh

          kira2 sekitar 40thn yang lalu ada seorang syech yang istiqamah di masjid nabawi, istiqamah berziarah ke Nabi Muhammad sallallahu alaihi wassalam. Suatu ketika beliau tertidur dan bermimpi bertemu Rasulullah sallallahu alaihi wassalam sedang mondar-mandir dari pusara beliau ke raudhah, sehingga bingung syech tersebut dan bertanya kpd Rasulullah: "kenapa engkau mondar-mandir ya Rasulullah dari pusaramu ke raudoh?" lalu sang nabi yang mulia Rasulullah sallallahu alaihi wassalam menjawab: "aku ingin menjumpai salah satu cucuku yang sedang sholawat kepadaku di raudoh namun aku tidak dapat menjumpainya karena di dalam kantungnya ada rokok" Tidak lama kemudian terbangunlah si syech tersebut lalu diliatnya salah satu orang yang sedang duduk persis seperti ada di dalam mimpinya, lalu syech tersebut mendatangi sayyid teesebut dan menceritakan perihal mimpinya berjumpa dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasalam bahwasannya Rasulullah tidak dapat menjumpainya karena di dalam kantungnya ada rokok, mendengar itu sayyid tersebut menangis dan membuang rokoknya dan sejak itu sayyid tersebut taubat dari merokok.. Wallahua'lam.. Semoga yang masih merokok dikasi berhenti merokoknya dan yang tidak merokok dikasi istiqamah tidak merokok.. Aamiin.. bibarkati wabilhaqi sayyidina Muhammad sallallahu alaihi wassalam...

BUAH SEMANGKA/MELON YANG MENDAPATKAN KEMULIAAN


Oleh : Al Allamah Sayyidil Imam Al Habib Umar bin Hafidz
Penterjemah : Al Habib Jindan bin novel

Suatu ketika seorang shalihin Al Imam syeikh Bisri alhafiy berjalan di pasar dan mata manusia memperhatikan wajah yang penuh kesholehan tersebut.Beliau berjalan dengan tawadu` nya di pasar dan beliau melihat ada buah semangka/melon dan di pegangnya itu buah sedikit saja lalu beliau jalan.

Maka orang-orang yang menyaksikan hal tersebut berlomba-lomba ingin membeli buah tersebut dengan harga yang mahal.

Karena banyak yang menginginkan buah tersebut, dilelanglah buah tersebut, tiba-tiba datanglah seseorang yang mana orang tersebut adalah orang yang lalai banyak lupa (ghoflah), orang yang jauh dari Allah Ta`ala ia ingin membeli sesuatu di pasar tersebut untuk kelalaian yg ia lakukan.(seperti minuman memabukkan apakah khamar dll)

Tatkala ia melihat ada kerumunan org ribut, mengelilingi orang-orang yg berlomba-lomba ingin membeli buah semangka/melon tersebut. Maka org tersebut bertanya, “kenapa ini?apa yang terjadi dengan buah ini?

Berkata salah seorang , “ini buah sudah di pegang oleh tangan Al Imam Bisri al hafiy, maka dia berbalik dan membeli buah semangka/melon tersebut dengan harga yang paling mahal , semua harta yg dia punya di habiskan semuanya untuk membeli buah semangka/melon tersebut dilakukan oleh orang yg tadinya tidak ingin membeli buah semangka/melon tersebut.

Maka ketika dia pulang ke rumahnya bersama teman-teman tongkrongannya itu, maka ia di tanya , engkau lama sekali, dan sekalinya datang tidak bawa yg kita perlukan kecuali hanya buah ini saja satu.

Maka ia jawab : “Ini bukan buah sembarangan”

Ditanya : “Buah apa ini, kenapa dengan buah ini? Apa yang terjadi?

Maka di jawab : “Buah ini pernah di pegang oleh Bisri al hafiy dan orang-orang berlomba-lomba untuk membelinya. Dan uang kalian semua yang tadi untuk membeli sesuatu saya habiskan semuanya untuk membeli satu buah ini dan saya bawa pulang.
Mendengar ucapan tersebut : mulailah hati sanubari mereka tergerak.

“Ya sudah, kalau begitu kita buka buah ini dan kita makan bersama-sama”.

Dan buah tersebut, tidaklah mereka makan, melainkan telah masuk cahaya dari Allah subhanallahu wata`ala ke dalam hati mereka.

Mereka saling melihat satu sama lainnya. 

Maka mereka berkata satu sama lain : Wahai kaum : “Ini adalah seorang hamba yang taat kepada Allah Ta`ala hingga Allah beri kemuliaan ini sampai buah yang ia pegangpun mendapat kemuliaan dari Allah subhanallahu wata`ala.

Maka kita setiap saat bermaksiat, bagaimana menurut kalian kalau kita kembali kepada Allah subhanallahu wata`ala, kita sama-sama menemui Imam itu dan kita sama –sama memohon ampun, bertobat di tangan dia.

Lihat bagaimana pengaruh sentuhan dari orang Sholeh kepada buah yg dapat membawa pengaruh kepada kaum-kaum tersebut sehingga bertobat.

Wallahu`alam

Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa 'ala Jasadihi filjasad, wa alaa Qabrihi filqubuur"
Artinya

(wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur

“Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur

dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya

Allah Memuliakan Umat Nabi Muhammad SAW

               
Suatu ketika diYaumul Qiyamah, ada seorang Umat Rosulullah SAW yang diseret-seret oleh Malaikat untuk dibawa ke Neraka. Ketika itu Malaikat Jibril menyaksikannya, lantas Malaikat Jibril menyampaikannya kepada Allah SWT.

“Ya Allah ada seorang Umat RosulMu yang diseret-seret untuk diceburkan ke Neraka Ya Allah.” Kata Malaikat Jibril.

“Coba tanyakan kepadanya , apakah dia pernah duduk bersama Ulama di Majelis Ulama. ?” Jawab Allah SWT.
Lantas malaikat Jibril menghampiri Umat Rosul tsb.

“Apakah benar, kamu selama hidup didunia pernah duduk bersama Ulama di Majelis Ulama ?”

“Tidak Pernah.” Jawab Umat Rosululloh dengan santai.

Malaikat Jibril kembali lagi kepada Allah SWT.
“Ya Allah jawabannya tidak pernah”

“Ya sudah kalau tidak pernah, coba tanyain lagi. Apakah pernah dia selama hidup didunia mencintai Ulama ?”

Malaikat Jibril datang lagi.
“Ada tidak yang engkau cintai dari pada Ulama-ulama ?” Tanya Malaikat Jibril.

“Hitung-hitung tidak pernah, kenal saja tidak” Jawabnya.

Kembali lagi Malaikat Jibril.
“Ya Allah orang tsb tidak pernah mencintai Ulama, kenal saja ia tidak pernah” Katanya.

“Coba tanyakan lagi kepada Orang itu, pernah tidak ia tinggal dalam satu kampung, yang dikampung tsb ada Ulamanya.”

“Meskipun kamu tidak kenal tidak apa-apa, Meskipun kamu tidak pernah ngaji tidak apa-apa yang penting, pernah tidak ia selama hidupmu tinggal bersama Ulama dalam satu kampung ?” Tanya Malaikat Jibril.

“Tidak pernah.” Jawabnya.

“Lapor Ya Allah, ini orang benar-benar nekat hidup satu kampung saja sama Ulama tidak pernah.”

“Ya sudah coba tanya sekali lagi, pernah tidak ia duduk-duduk bersama Ulama, nggak ngaji, cuma duduk-duduk numpang makan bareng ?.”

“Pernah tidak makan bareng bersama Ulama ?”
“Tidak pernah.”

“Tidak pernah Ya Allah.” Kata Malaikat Jibril

“Ini solusi yang kelima, kalau memang tidak bisa, biarkan saja ia diceburkan ke Neraka. Tanyakan sekali lagi, pernah tidak ia mencintai Orang, yang Orang itu mencintai kepada Ulama ?

Dijawab oleh Umat Rosul tsb.
“Iya benar, saya punya teman saya cintai. Itu orang suka ngaji, senang kepada Ulama.”

“Ya dari situlah aku ampuni dosa-dosanya, dari situ pula diberikan Syafa’at, dari situ pula ia dimasukkan kedalam Syurga.” Kata Allah SWT.


Ini bela-belanya Allah SWT kepada Umat Nabi Muhammad SAW. Jadi, bagaimanapun Allah menghisab. Tetapi Allah lebih mengutamakan keselamatan Umat Nabi Muhammad.

Allohumma Sholli A’la Muhammad...

Ingat Ajal, Obat Paling Mujarab


Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru ngaji,

“Ustad, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Ustad pun tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Ustad, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Ustad meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.

Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan.

Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo.

Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya.

Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan.

Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Ustad.

“Tidak Ustad, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Ustad.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Ustad yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Tapi ustadz yang satu ini aneh. malah Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Ustad edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang.

Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.

Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.

Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”

Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.”

Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

” Ya Allah, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Allah. Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini “.

Ia pun buru-buru mendatangi sang Ustad yang telah memberi racun kepadanya.

Sesampainya dirumah ustad tersebut, pria itu langsung mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karena ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.

Apa yg terjadi memb, melihat wajah pria itu, rupanya sang Ustad langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang ustad pun berkata

“Buang saja botol itu. Isinya air biasa kok.. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kepasrahan, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan.

Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan. percayalah .. Allah bersama kita.”

Lalu Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Ustad, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini .

Tawakal



 Dua orang suami-istri yang saling mencintai. Masing-masing tidak menemukan ketentraman kecuali bila berada berdampingan. 

Hanya sayangnya keduanya mempunyai sifat yang saling berlawanan. Sang suami seorang laki-laki yang tenang, tidak pernah kesal sekalipun dalam kondisi susah. Sementara sang istri sebaliknya, sangat tegas dan mudah kesal sekalipun dalam masalah yang sepele.

Suatu hari mereka berdua mengadakan perjalanan dengan menaiki kapal laut. Mereka sudah berlayar beberapa hari. Suatu waktu angin kencang berhembus disertai hujan. Ombak laut menggila bagaikan gunung. Kondisi kapal sangat genting. Kapal sudah dipenuhi air. Seluruh penumpang pucat ketakutan. Bahkan nakhoda tidak dapat menyembunyikan kecemasannya. Kesempatan untuk selamat hanya mengandalkan kemu'jizatan dari Allah. 

Sang istri tidak dapat lagi menahan perasaannya. Ia mulai berteriak-teriak, tidak tahu apa yang harus diperbuat....

Ia segera menemui suaminya, dengan harapan ia mempunyai ide cemerlang untuk menyelamatkan diri dari kematian yang sedang mengancam. Semua penumpang sudah berada pada puncak ketakutan. Namun anehnya, ia dikejutkan oleh sikap suaminya yang duduk dengan tenang, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Kemarahan istrinya membludak. Ia mengecam suaminya sebagai orang yang dingin dan tidak punya kepedulian. 

Suaminya melihat kepadanya. Dengan wajah masam dan mata penuh kemarahan ia menghunuskan belati ke arah dada istrinya, dan ia berkata dengan serius disertai suara mengancam: "Apa kamu tidak takut dengan belati ini?"

Istri: Tidak

Suami: Kenapa?

Istri: Karena ia dipegang oleh tangan orang yang aku yakini kecintaannya kepadaku dan aku juga mencintainya.

Suaminya tersenyum sambil berkata: "Demikian juga aku, ombak besar itu dikendalikan oleh tangan yang aku yakin kepada-Nya dan aku mencintai-Nya. Kalau Dia yang Maha Berkuasa atas segala perkara, kenapa harus takut dan cemas?" 


*•.*♥*.•*´¨`*•.*♥*.•*´¨`*•.*♥*.•*´¨`*•.*♥*.•*´¨`*•.*♥*.•*

قل لن يصيبنا إلا ما كتب الله لنا هو مولانا وعلى الله فليتوكل المؤمنون 

Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanyalah kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakkal".
(QS.At-Taubah:51)

Allah tidak pernah mengambil sesuatu dari kita kecuali untuk membuka tangan kita dan menggantinya dengan yang lebih baik, mencoba selalu berikhtiar, berdoa dan berserah diri, inshaAllah tidak ada yang sia-sia pada usaha maksimal dan doa paling tulus, jangan biarkan akal menyimpulkan setiap perkara dengan pikiran sempit, karena bisa jadi yang kita kira cobaan adalah pembuka pintu rahmad, maka husnudzonlah pada-Nya, karena Dia sesuai persangkaan hamba-Nya

Wallahu’alam bishshowab 

.

Rumah Miring ketika Kyai Kholil Tiba





Pada suatu hari, Kiai Kholil mendapat undangan di pelosok Bangkalan. Hari jadi yang ditentukan pun tiba. Para undangan yang berasal dari berbagai daerah berdatangan. Semua tamu ditempatkan di ruang tamu yang cukup besar.
Walaupun para tamu sudah datang semua, acara nampaknya belum ada tanda-tanda dimulai. Menit demi menit berlalu beberapa orang tampaknya gelisah. Kenapa acara kok belum dimulai. Padahal, menurut jadwal mestinya sudah dimulai. Tuan rumah tampak mondar-mandir, gelisah. Sesekali melihat ke jalan sesekali menunduk. Tampaknya menunggu kehadiran seseorang.

Menunggu acara belum dimulai si fulan tidak sabar lagi. Fulan yang dikenal sebagai jagoan di daerah itu, berdiri lalu berkata :
"Siapa sih yang ditunggu-tunggu kok belum dimulai? Kata si jagoan sambil membentak.
Bersamaan dengan itu datang sebuah dokar, siapa lagi kalau bukan Kiai Kholil yang ditunggu-tunggu.
"Assalamu'alaikum", ucap Kiai Kholil sambil menginjakkan kakinya ke lantai tangga paling bawah rumah besar itu.
Bersamaan dengan injakan kaki Kiai Kholil, gemparlah semua undangan yang hadir. Serta-merta rumah menjadi miring. Para undangan tercekam tidak berani menatap Kiai Kholil. Si fulan yang terkenal jagoan itu ketakutan, nyalinya menjadi kecil melihat kejadian yang selama hidup baru dialami saat itu.

Setelah beberapa saat kejadian itu berlangsung kiai mengangkat kakinya. Seketika itu, rumah yang miring menjadi tegak seperti sedia kala. Maka berhamburanlah para undangan yang menyambut dan menyalami Kiai Kholil.
Akhirnya fulan yang jagoan itu menjadi sadar, bahwa dirinya kalah. Dirinya terlalu sombong sampai begitu meremehkan seorang ulama seperti Kiai Kholil. Fulan lalu menyongsong Kiai Kholil dan meminta maaf. Kiai Kholil memaafkan, bahkan mendoakan. Do'a Kiai Kholil terkabul, Fulan yang dulu seorang jagoan yang ditakuti di daerah itu, akhirnya menjadi seorang yang alim. Bahkan, kini si fulan menjadi panutan masyarakat daerah itu.

Mari Kita Hadiahkan Bacaan Surat Al-Fatihah Untuk Beliau.. ALFATIHAH...

Detik-detik Wafatnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani




Jasadnya memang sudah terkubur lebih dari delapan abad. Namun nama dan tauladan hidupnya tetap membekas kuat di kalangan umat Islam. Dialah Syekh Abdul Qadir al-Jailani, ulama sufi kelahiran Persia yang kemasyhurannya setingkat dunia.

Syekh Abdul Qadir terkenal sebagai pribadi yang teguh dalam berprinsip, sang pencari sejati, dan penyuara kebenaran kepada siapapun, dan dengan risiko apapun. Usianya dihabiskan untuk menekuni jalan tasawuf, hingga ia mengalami pengalaman spiritual dahsyat yang mempengaruhi keseluruhan hidupnya. Jejak Syekh Abdul Qadir juga dijumpai dalam belasan karya orisinalnya.

Selain mewarisi banyak karya tulisan, Syekh Abdul Qadir meninggalkan beberapa buah nasehat menjelang kewafatannya. Akhir hayat Syekh didahului dengan kondisi kesehatannya yang terus menurun. Kala itu putra-putranya menghampiri dan mengajukan sejumlah pertanyaan.

”Berilah aku wasiat, wahai ayahku. Apa yang harus aku kerjakan sepergian ayah nanti?” tanya putra sulungnya, Abdul Wahab.

”Engkau harus senantiasa bertaqwa kepada Allah. Jangan takut kepada siapapun, kecuali Allah. Setiap kebutuhan mintalah kepada-Nya. Jangan berpegang selain kepada tali-Nya. Carilah segalanya dari Allah,” jawab sang ayah.

”Aku diumpamakan seperti batang yang tanpa kulit,” sambung Syekh Abdul Qadir. ”Menjauhlah kalian dari sisiku sebab yang bersamamu itu hanyalah tubuh lahiriah saja, sementara selain kalian, aku bersama dengan batinku.”

Putra lainnya, Abdul Azis, bertanya tentang keadaannya. ”Jangan bertanya tentang apapun dan siapapun kepadaku. Aku sedang kembali dalam ilmu Allah,” sahut Syekh Abdul Qadir.

Ketika ditanya Abdul Jabar, putranya yang lain, ”Apakah yang dapat ayahanda rasakan dari tubuh ayahanda?” Syekh Abdul Qadir menjawab, ”Seluruh anggota tubuhku terasa sakit kecuali hatiku. Bagaimana ia dapat sakit, sedang ia benar-benar bersama dengan Allah.”

”Mintalah tolong kepada Tuhan yang tiada tuhan yang wajib disembah kecuali Dia. Dialah Dzat yang hidup, tidak akan mati, tidak pernah takut karena kehilangannya.” Kematian pun segera menghampiri Syekh Abdul Qadir. 

Syekh Abdul Qadir al-Jainlani menghembuskan nafas terakhir di Baghdad, Sabtu bakda maghrib, 9 Rabiul Akhir 561 H atau 15 Januari 1166 M, pada usia 89 tahun. Dunia berduka atas kepulangannya, tapi generasi penerus hingga sekarang tetap setia melanjutkan ajaran dan perjuangannya. (Mahbib Khoiron)

Tanda Hati yang telah Mati



“Sesungguhnya apabila seorang mukmin melakukan dosa, berarti ia telah memberi setitik noda hitam pada hatinya. Jika ia bertaubat, tidak meneruskan dan memohon ampunan, maka hatinya kembali berkilau. Akan tetapi, jika ia berulang-ulang melakukan hal itu, maka akan bertambah pula noda hitam yang menutupi hatinya, dan itulah “ar-Rân”, sebagaimana yang telah difirmankan-Nya, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.” (QS al-Muthaffifiîn [83]: 14)” (HR Abu Daud, Tirmidzi, an-Nasa’i dan Ahmad).

Jika rumah adalah tempat bagi zhahir (jasad), maka sungguh hati adalah rumah bagi jiwa dan bahkan bagi jasad. Jadi bisa kita bayangkan jika hati kita mati.

Namun ada banyak indikasi jika sebuah hati telah mati. Berikut di antaranya:

1.”Tarkush sholah” Berani meninggalkan sholat fardhu

2. “Adzdzanbu bil farhi” Tenang tanpa merasa berdosa padahal sedang melakukan dosa besar (QS 7:3)

3. “Karhul Qur’an” Tidak mau membaca bahkan menjauh dengan ayat-ayat Alqur’an

4. “Hubbul ma’asyi” Terus menerus ma’siyat

5. “Asikhru” Sibuknya hanya mempergunjing dan buruk sangka, serta merasa dirinya selalu lebih suci

6. “Ghodbul ulamai” Sangat benci dengan nasehat baik dan ulama

7, “Qolbul hajari” Tidak ada rasa takut akan peringatan kematian, kuburan dan akhirat

8. “Himmatuhul bathni” Gilanya pada dunia tanpa peduli halal haram yang penting kaya

10. “Anaaniyyun” tidak mau tau, “cuek” atau masa bodoh keadaan orang lain, saudara bahkan bisa jadi keluarganya sekalipun menderita

11. “Al intiqoom” Pendendam hebat

12. “Albukhlu” sangat pelit

13, “Ghodhbaanun” cepat marah karena keangkuhan dan dengki.

[berbagai sumber]

Nabi Isa a.s dan Pencuri Roti




Saya ingin bawakan satu cerita.. yang diceritakan oleh imam Ghazali ra, dari dalam kitab Ihya Ulumuddin.
Cerita ini di zamannya Nabi Isa a.s.
Ada seseorang datang kepada Nabi Isa a.s. dia memohon “wahai Sayyidina Isa, aku ingin bersama anda, jadi murid anda, khidmat dengan anda, selalu bersama dengan anda…”
“Oya boleh” katanya.
Berangkat.. mengikuti perjalanannya Nabi Isa a.s.
Nabi Isa a.s kan keliling. Memang seorang Nabi, berdakwah. 
Sampai ada ditepi sungai, keduanya duduk. Nabi Isa a.s mengeluarkan 3 roti.
Nabi Isa a.s sama orang tadi itu. Makan 2 roti, yang 1 Nabi Isa a.s, yang 1 dia. Kemudian setelah makan Nabi Isa a.s menuju ke sungai untuk minum. Kembali dari sungai dilihat rotinya yang satu udah ga ada.
kan ada 3 roti itu. yang ada 2 orang, Nabi Isa a.s ambil 1,. dia makan 1. Tinggal 1 roti kan? Habis minum, Nabi Isa a.s kembali, rotinya udah gak ada.
Tanya Nabi Isa a.s “Siapa yang ngambil roti yang 1 ?” “la adri (ga tahu)” kata dia.
“lho.. kamu kan ada di sini ? ” tanya Nabi Isa a.s “iya.. tapi ga tahu” kata dia.
“ya udah..” kata Nabi Isa a.s
berangkat...
sampai ada, di satu tempat sudah laparrr.., begitu lapar gak ada makanan lagi kan.. rotinya udah habis.
Nabi Isa a.s melihat ada 1 menjangan, dan 2 anaknya yang masih kecil-kecil.
Dipanggil salah satu anak menjangan sama Nabi Isa a.s... Datang anak menjangan tadi itu. Dipotong.. makan bersama Nabi.. ada mukjizatnya.. dipanggil datang.. udah kenyang semuanya.. Dikumpulkan tulang-tulangnya itu anak menjangan, kemudian Nabi Isa a.s dengan mukjizatnya menyatakan:
“heii anak menjangan.. kum bi idznillah..,. ayo., hidup lagi kamu, dengan izin Allah.. ”
wutuh lagi itu, hidup lagi itu anak menjangan.. lari ke ibunya.. kemudian Nabi Isa a.s tanya:
“heii orang.. Saya mau tanya… dengan dzat,.. dengan Nama yang menghidupkan ini menjangan yang sudah mati.. yang menunjukkan kepada kita tanda kebesarannya. Siapa yang mengambil roti tadi ? ”
Orang itu tetap menyatakan:
“la adri.. (ga tahu)” katanya
*Oo ga ngaku masih.. ini kelihatan mukjizat ga ngaku ini..*

Udah.. terus berjalan.. sampai ada disamping lautan.. mau nyebrang lautan, mau menuju ke satu pulau yang lain. Nabi Isa a.s memegang tangan orang tadi itu, berjalan diatas air lautan.. sampai ke tepi pulau berikutnya. setelah sampai ada di sana, tanya lagi Nabi Isa a.s:
“Saya mau tanya,.. dengan dzat yang telah mempertunjukkan tanda kebesaranNya ini,. yaitu Allah SWT.. siapa yang ngambil roti ? ”
tetep orang tadi itu menyatakan:
“la adri.. (ga tahu saya) ”
Sampai ada di tengah padang pasir,. haa.. Nabi Isa a.s menumpuk pasir-pasir, batu-batuan ditumpuk udah banyak...
” kum dzahaban… ayo jadi emas”..
jadi emas semuanya. sama Nabi Isa a.s dibagi 3. yang 1 bagian untuk aku katanya, yang 1 bagian untuk kamu... yang 1 bagian untuk yang ngambil roti tadi.
ngaku orang tadi itu: “Saya yang ngambil roti.. ”
tuh lihat dunia ini ya.. 
“Ohh kamu yang ngambil.., ” “iya..”
“ohh ga jujur kamu… o ya dah, ini dunia milik kamu semuanya. aku ga mau koq sama ini. ini semuanya emas-emas milik kamu”
ga pake jadi 3... Ohh... seneng dia. ditinggal sama Nabi Isa... bingung bawanya dia. "ya apa ini" kata dia. mau ditinggal emas.. 

tidak lama datang perampok 2, mau diambil dibunuh dia. 
“Gini aja damai.. ada apa kita ramai-ramai.. kita bagi 3” kata orang si pencuri roti itu “setuju ?.. ”
“setuju…. ”
“udah ga pake ramai dah, ga pake bunuh-bunuhan…”
dibagi 3.... cuman kan yang jelas kita lapar sekarang. salah satu diantara kamu, tolong beli makanan ada di kota. Kita tunggu ada di sini, kita sama-sama kembali nanti membawa harta kekayaan. udah.. salah 1 diutus:
“ayo kamu.. beli makanan.. ”
orang tadi itu dijaga sama temannya yang satunya (sama 2 orang perampok tadi), yang satu beli makanan. 
setelah membeli makanan,. mikir,. orang yang membeli makanan ini.. 
“ada apa koq saya bodoh tadi.. harta mau dibagi 3, ini kan kesempatan ana”kata dia. “tak kasih racun makanannya yang 2 ini, dimakan sama orang itu, mati.. harta milikku semuanya” kata yang beli racun
udah merencanakan diberikan racun juga udah.. makanan roti 2, yang 1 milik dia disendirikan, yang 2 dikasih racun. berangkat.... wah kaya dah.. sendiri dia..

dua orang tadi ini yang ditinggal untuk beli makanan itu, omong-omongan:
“ada apa kita mau bagi 3 ?.. kita kan bisa bagi 2 ? .. , kalau gitu bagaimana kalau kita sepakat kita bunuh aja dia… milik kita berdua.. kan lebih kaya daripada dibagi 3… ” “serius kamu ??… ”
“serius…”
kompak... 
udah.... datang temennya.... bawa roti yang beracun.. yang 2 orang ini pura-pura, udah sampai di situ ditikam habis mati. 
“haaa.. harta kita milik kita bersama berdua.. kita bagi.. ayo kita makan dulu… ”
makan.... ga lama, mati. tiga-tiga nya `kelenger`.. 

Hartanya ternyata cuman fitnah.. dia tidak bisa menikmati itu harta, malah dia rugi semuanya... dan dia tidak terhormat... 

kemudian Nabi Isa a.s bersama murid-muridnya lewat,.. dilihat tergeletak mati semuanya. kata Nabi Isa a.s:
“Inilah dunia… yaa iniii duniaaaaa.. karena itu hati-hati kamu” … temen bisa musuhan.. ga temen bisa musuhan.. saudara bisa musuhan gara-gara dunia,.. kok saudara,.. orang tua sama anak itu lho.. bisa ga rahmat gara-gara dunia.
kata Nabi Isa a.s:
“ini dunia.. hati-hati lho..”
jangan kamu langsung jatuh cinta,... karena apa ? bahaya.