Kumpulan Teks Qosidah




·         Abaz-Zahro
·         Adimishsholata ‘Alal Habib
·         Aghitsna Ya Rasulallah
·         Ahbaabi Ya Ahbaabi
·         Ahlan Wa Sahlan Binnabi
·         Ahmad Ya Habibi
·         Ahmad Ya Rosyiqol Qod
·         ‘Ainul ‘Uyun Muhammad
·         Aktsir Bidzikrillah 
·         Aktsir Ukhoyya
·         Al-Islam Sallim Ya Salam
·         Ala Ya Allah Binadhroh
·         Ala Ya Allah Ya Robb
·         ‘ALAL MADINAH
·         Alfa Salam الف سلام
·         Alfa Shollallah 
·         Alhamdulillah
·         Al-Kaunu Adlo’a
·         Allah Allah Almadad
·         Allahu Allahu Shofat Lii
·         ALLAHU ROBBI الله ربي
·         Allahu Binurihi Tajalla
·         Al-Hijrah الهجرة
·         Anal Faqiiru Ilaika Ya Robb
·         Ana Dhoifak انا ضيفك
·         Ana Madinatul Ilmi
·         Annabi Shollu ‘Alaih
·         Anta Nuskhotul Akwan
·         Antal Hana
·         As’adul Ayyam
·         Assalamu ‘Alaika
·         Assalamu ‘Alaik
·         Assholatu ‘Alan Nabi
·         Asyroqol Badru ‘Alaina
·         Asyroqot Anwar Muhammad
·         Asyroqot Anwar Nabina
·         Asyroqot Lailatuna
·         Asyroqot Syamsul Wujud
·         Asyroqot Syamsu Yaqini
·         Atainaakum
·         Azka Taslimi
·         Baina Katifaihi ‘Alaamah
·         Bi Fathimah
·         Bijaahil Musthofal Mukhtar
·         Binafsiya Afdi
·         Bismillah
·         Buniyal Islam
·         Busyro Lana بشری لنا
·         Burikti Ya Ummal Hasanain
·         Da’uni Da’uni
·         Dawini Ya Nuro ‘Aini
·         Fii Hawa فی هوی
·         Fi Hubbi Sayyidina Muhammad
·         Fii Hubbi Thohal Hadi
·         Haama Qolby
·         Habibi Ya Habibi Ya Thobibi
·         Hasbi Robbi Jallallah
·         Hubbu Ahmad
·         Hubbun Nabi ‘Alal Insani
·         Huwan Nur
·         IBADALLAH عباد الله
·         Ilahi Lastu (I’tiraf)
·         Inna Fil Jannati
·         Innal Habibal Musthofa
·         In Syi’ta إن شئت
·         Jiinal Madinah
·         Kalamun Qodim
·         Karomah Ya ‘Umar Muhdlor
·         Khoirol Bariyyah
·         Khudz Yaminan خذ يمينا
·         La Ilaha Illallah
·         Lailan Saro
·         Lam Yahtalim Qotthu Thoha
·         Lii Birojwaaka
·         Lil Abi wal Ummi
·         Man Mitslukum
·         Maulana Ya Maulana
·         MAULID AL-BARZANJI (Terjemah)
·         MAULID AD-DIBA’I (Terjemah)
·         Maulidu Ahmad Thohal Hadi
·         Marhaban Ahlan wa Sahlan
·         Miftahul Jannah
·         Min Makkah من مکة
·         Mushohabatur Rijal
·         Muhammad Nabiina
·         Qara’na Fiidhuha
·         QOSIDAH BURDAH (Terjemah)
·         QOD KAFANI
·         Qodista Antuka
·         Qod Anshoha
·         Qod Tammamallah
·         Qolby Yunadi
·         Robbahu Bidzikrika
·         Robbahu Inna Munaya
·         Robbana Sholli Wasallim
·         Robbi Faj’al Mujtama’na
·         Robbi Kholaq Thoha
·         Rodhina Yaa Bani Zahra
·         Rohatil Athyaru Tasydu
·         Romadhon Tajalla
·         Rosulullah Fii Yaumil Hisab
·         Sholawat Alfiyah
·         Sholawat Asnawiyyah
·         Sholawat Nariyyah
·         Sholawat Nurul Anwar
·         Sholatullahi Dzil Karomi
·         Sholatullahi Ma Lahat Kawakib
·         Sholatun Bissalamil Mubin
·         Sidnan Nabi
·         THOLA’AL BADRU ‘ALAINA
·         Tholama Asyku
·         Ummii
·         Ustadzii
·         Wa Asro bihi Robbi
·         Waqti Sahar
·         Wulidal Musyarrof
·         Ya ‘Asyiqina Muhammad
·         Ya ‘Asyiqol Mushthofa
·         Ya Abaz-Zahro
·         Ya Ahla Baiti Rosulillah
·         Ya Ahlal Irodah
·         Ya Ajmalal Anbiya’
·         Ya Allah Athlubak
·         Ya Allah Biha
·         Ya Allah Biha (Munajat)
·         Ya Allah Bihusnil Khotimah
·         Ya Arhamarrahimin
·         Ya Badrotim
·         Ya Banil Mushthofa
·         Ya Dzakirii
·         Ya Habibi & Hayyajal Asywaqo
·         Ya Habibanannabi 
·         Ya Hadi Sir Ruwaidan
·         Ya Hannan Ya Mannan
·         Ya Imamarrusli Ya Sanadi
·         Ya Imamarrusli
·         Ya ‘Izzana ياعزنا
·         Ya Khoiro Hadi
·         Ya Kitabal Ghuyub
·         Ya Laqolbin
·         Ya Maulidal Musthofa
·         Ya Nabinal Hadi
·         Ya Nurol ‘Ain
·         Ya Robba Makkah
·         Ya Robbana’ Tarofna 
·         Ya Robbi bil Musthofa
·         Ya Robbi Sallimna
·         Ya Robbi Sholli
·         Ya Robbi Ya ‘Alimal Hal
·         Ya Sayyidarrusli
·         Ya Sayyidi Ya Habiballah
·         Ya Sayyidi Ya Rasulallah
·         Ya Sayyidi wa Ya Ruuhi
·         Ya Thoibah
·         Ya Uhailal Hubb
·         Ya Wardatan
·         Ya Waridal Unsi
·         Yartah Qolby 



Ya Robbi Sholli ‘Ala Muhammad, Waftah minal Khoiri kulla Mughlaq


Dalam mauizah hasanah yang disampaikan Habib Novel bin Muhammad Alaydrus, dari Surakarta, beliau berkisah bahwa ia baru saja dari perjalanan mengikuti Haul Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani ditempat Syaikh Muhammad Ali bin Abdul Wahab di Jambi. Seperti kita ketahui, di Jawa Timur ada K.H Asrori Al-Ishaqi, mursyid Thoriqoh Qadiriyah Wa Naqsabandiyah, di Jawa Barat ada Abah Anom, sedang di Jambi ada Syaikh Muhammad Ali di Kuala Tungkul, Jambi.
Habib Novel, yang mendapatkan ijazah Dalailul Khairat dari Syaikh Muhammad Ali, kemudian mengijazahkannya kepada jama’ah rutin Simthud Durar yang hadir. Kitab Dalailul Khairat, kitab kecil karangan Syaikh Jazuli, adalah kumpulan sholawat. “Artinya, pengamal Dalailul Khairat itu setiap hari bersholawat.”
Ia kemudian mengisahkan asal usul Dalailul Khairat. Pengarangnya, yakni Syaikh Jazuli, adalah seorang ahli tafsir. Pada suatu hari, ditengah perjalanan ditengah padang sahara, ketika ia mau wudlu, airnya habis.
Lalu ia menemukan sebuah sumur, tapi sayang timbanya tidak ada.
Keliling ia mencari timba, namun yang ditemukan justru seorang gadis kecil.
“Anak kecil, ada timba tidak?”
“Bapak mau apa?”
“Saya mau wudhu, itu ada sumur tapi timbanya tidak ada.”
“Bapak tidak usah repot~repot,” kata anak kecil itu lalu berkomat~kamit terus di mulut sumur.
Anak kecil itu lalu menunjuk sumur itu. Ajaib, air sumur itu tiba tiba naik keatas. Ia kemudian mempersilahkan Syaikh Jazuli untuk berwudhu, mandi, dan berbekal.
Syaikh Jazuli terbengong~bengong melihat kejadian itu.
“Wahai anak, apa rahasiamu?”
Anak kecil itu berkata, “Tugas saya kan sudah selesai. Bapak mencari air, air sudah didapat. Ndak usah banyak tanya?”
“Wahai anak, apa amalmu, apa rahasiamu?” kata Syaikh Jazuli mendesak gadis kecil itu.
“Bapak siapa, kok banyak tanya?”
“Saya Syaikh Jazuli.”
“Bapak kan ulama besar, suka memberi fatwa. Masa, begitu saja tidak bisa?
Wahai ulama yang banyak membantu umat, sering membagi ilmu. Akan saya ceritakan rahasia saya. Saya tidak punya amal apa~apa. Amal saya cuma satu. Saya tidak diam dalam keadaan duduk berbaring kecuali dalam keadaan lisan saya berhenti bersholawat kepada Kanjeng Nabi Muhammad Saw. Berkat sholawat kepada Nabi Muhammad saw, terangkatlah air dalam sumur ini.”
Setelah kejadian ajaib itu, Syaikh Jazuli berjanji akan mengabdikan dirinya untuk mendawamkan sholawat dengan mengarang kitab Dalailul Khairat.
Dalam kesempatan itu, Habib Novel mengajak jama’ah untuk banyak mengamalkan sholawat. Ada banyak kejadian ajaib disekitar kita karena sholawat. Habib Novel memberikan tips dan cara agar hajat kita terqabul dengan sholawat. “Caranya, pegang, lalu bacakan sholawat!”
“Apapun. Kepengin mobil, tanah, apapun, dengan sholawat. Pegang, lalu bacakan sholawat. Ya Robbi Sholli ‘ala Muhammad, Waftah minal khoiri kulla mughlaq. Yang mengamalkan pasti berhasil. Jangan cuma dicoba, tapi harus yakin pasti berhasil,” kata Habib Novel.
Habib Novel lalu melanjutkan, “Ini amalan nabi. Hajat pengin terkabul, sholawat. Hati berdo’a diiringi, diawali dan diakhiri, dengan sholawat, hasilnya tidak mungkin ditolak”.
(Masya Allah)
Bagi yang ingin hajatnya cepat terkabul, Habib Novel mengajak untuk mengamalkan sholawat Munjiyat sebanyak 1000 kali. “Agar mudah, tiap hari dicicil. Setiap sebelum sholat 10 kali sholawat, setelah sholat, 10 kali. Sepuluh hari, 1000 kali. Banyak orang yang  mengamalkan sholawat Munjiyat ini agar dilapangkan kesulitan hidupnya.”
Wallahu A’lam

Kenapa Hati Kita Harus Dijaga ?


Hati dalam bahasa Arab disebut dengan al-qalb, yang berarti bolak-balik. Disebut demikian, karena hati adalah dunia abstrak (closed area), unik, dan berkembang (developmental). Hati gampang berubah, sukar dibaca, senantiasa berkembang, dan pasang-surut.

Karena memiliki sifat seperti itu, maka hati harus dijaga dengan baik. Sebab, jika tidak dijaga, hati akan berubah menjadi hati yang sakit (al-qalb al-maridh). Begitu banyak manusia yang memiliki pikiran cerdas, tetapi akhirnya menjadi orang hina hanya karena memiliki hati yang sakit.

Rasul bersabda, "Dalam tubuh manusia ada segumpal daging, apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya; dan jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah, itulah hati." (Al-Hadis).

Kecerdasan yang ada di dalam pikiran, bisa dikalahkan oleh kebusukan yang ada di dalam hati. Orang seperti itu biasanya akan marah pada kebenaran dan senang pada kebatilan. Dan, jika hal tersebut terjadi, maka itulah hati sedang sakit. Sama seperti anggota tubuh lainnya, hati yang sakit bisa dilihat dari tiga hal. Pertama, kemampuan indera yang ada di dalam hati akan hilang secara total. Hati seperti ini akan menjadi buta, tuli, bisu, dan lumpuh. Ia tidak bisa membedakan antara kebenaran, kesesatan, ketakwaan, kemaksiatan, dan lain sebagainya.

Kedua, kemampuan indera yang ada di dalam hati menjadi lemah. Padahal sebenarnya, kemampuan indera tersebut kuat. Sama seperti anggota tubuh lainnya, jika sedang dalam keadaan seperti ini, hati berarti butuh asupan gizi.

Ketiga, hati tidak bisa melihat sesuatu dalam bentuk yang sebenarnya. Seperti melihat kebenaran menjadi kesesatan, kesesatan menjadi kebenaran, merasakan manis menjadi pahit, dan pahit menjadi manis.

Lalu, bagaimana menjaga hati agar tetap sehat? Ibnul Qayyim menjelaskan, agar hati bisa tetap sehat, ia bisa dilakukan dengan tiga cara; menjaga kekuatan hati, melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, dan membuang zat-zat yang berbahaya bagi hati. Kekuatan hati bisa didapatkan dengan iman. Dan iman merupakan sumber kekuatan hati paling utama. Jika iman hilang, hati akan menjadi sakit.

Sedangkan untuk melindungi hati dari hal-hal yang membahayakan, bisa dilakukan dengan menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat. Sebab, kedua hal ini yang dapat membuat hati menjadi sakit. Ia sama dengan racun yang jika dikonsumsi pasti akan membahayakan tubuh.

Terakhir, agar tetap sehat, zat-zat yang membahayakan hati harus dibuang. Dan, cara paling efektif untuk membuang zat-zat yang berbahaya tersebut adalah dengan tobat dan istighfar. Tobat dan istighfar adalah dua obat yang bisa membuang toksin di dalam hati. Ia bagaikan antibody yang bisa membuat hati tetap sehat.

Kandungan Qosidah Ukhtum Hawana ( Ya Robba Makkah )


Di dalam qashidah “Uktum Hawana” karya Syekh Abubakar bin Salim, terdapat bait-bait berikut ini: “Simpanlah apa yang aku senangi, jika kamu mengharapkan ridhaku. Jangan sampai disebar-sebarkan rahasiaku kepada orang selain kami.”
Kami di sini yang dimaksud adalah para auliya’. Dan Syekh Abubakar bin Salim adalah pemimpinnya.
“Kamu harus tawadhu’ kepada kami kalau kamu ingin berhubungan dengan kami. Tinggalkan segala keinginan kamu kalau kamu ingin keinginanku.”
Jadi di hadapan auliya’ harus kosong, tidak ada kesombongan (kibr) sedikitpun, harus tawadhu’ Jangan ingin macam-macam, yang akhirnya kamu tak mendapatkan berkah. “Baghoina fulus, baghoina tajir, ingin uang banyak”. Jangan minta apa-apa! Nanti dia akan mengisi sebagaimana yang dia harapkan. Harapan kamu itu harapan remeh, sedangkan harapan dia untuk kamu adalah harapan yang besar. Jangan kamu berharap bagaimana kamu dapat uang banyak, rizkinya banyak, dll.
Kosongkan hati kamu, baru nanti akan diisi asrar oleh mereka. Kenapa? Harapan dia untuk diri kamu, yang diharapkan oleh auliya’, yang diinginkan auliya’ untuk diri kamu itu lebih besar dari apa yang diharapkan kamu untuk diri kamu. Jadi di hadapan mereka mestinya diam saja. Lebih baik kamu jadi tong kosong. Tong kosong tapi jangan nyaring bunyinya. Jadi perlu untuk farogh, perlu bersih hati, jangan berharap apa-apa. Saya ingin ini, ingin itu, tidak usah kepingin sudah. Buang itu kepingin, tapi katakan dalam hati kamu: “Saya ingin yang diingini oleh wali ini. Saya ingin apa yang diingini oleh orang ‘arif ini”, niscaya kamu akan sampai seperti mereka nanti.
(Dikutip dari Rouhah al-Habib Taufiq bin Abdulqadir Assegaf Pasuruan)
Berikut teks qosidah Uktum Hawana (Ya Robba Makkah) karya Al Imam Fakhrul Wujud Syeikh Abu Bakar bin Salim:
أکتم هوانا إن أردت رضانا ، واحذر تبيح بسرنا لسوانا
Uktum hawânâ in arodta ridlônâ, wahdzar tubîhu bisirrinâ lisiwânâ
Simpanlah kecintaanmu kepada kami jika kau menghendaki keridhoan kami, dan janganlah kau sebarkan rahasia kami kepada selain kita.
واخضع لنا إن کنت راجي وصلنا ، واترك مناك إن أردت منانا
Wakhdlo’ lanâ in kunta rôjiya washlinâ, watruk munâka in arodta munânâ
Tunduklah kepada kami bila kau ingin berjumpa kami, dan tinggalkan cita citamu, bila kau ingin mendapat cita cita kami.
أوما علمت بأننا أهل الوفا ، ومحبنا ما زال تحت لوانا
Awamâ ‘alimta bi-annanâ ahlul wafâ wa muhibbunâ mâ zâla tahta liwânâ
Tahukah kalian, bahwa sesungguhnya kami menepati janji? Dan para pencinta kami akan berada di bawah bendera kami.
نحن الکرام فمن أتانا قاصدا ، نال السعادة عندما يلقانا
Nahnul kirômu faman atânâ qôshidân, nâlas-sa’âdata ‘inda mâ yalqônâ
Kami adalah kelompok orang yang mulia, maka barang siapa datang kepada kami dengan tujuan yang benar, pasti kan peroleh kebahagiaan ketika berjumpa dengan kami.
هاموا بعشقتهم سگاری عندما ، کشف الحجاب وشاهدوا مغنانا
Hâmû bi’isyqotihim sukârô ‘inda mâ kusyifal hijâbu wa syâhadû maghnânâ
Mereka akan terpesona , dan mabuk dengan kerinduan ketika hijab telah tersingkap dan mereka melihat kekayaan kami.
فهم المراد ولا يراد سواهم ، فالقلب مشتغل بهم ولهانا
Fahumul murôdu walâ yurôdu siwâhumu fal qolbu musytaghilun bihim wal hânâ
Merekalah yang dikehendaki Allah, dan Allah tidak menghendaki selain mereka, maka semua hati akan sibuk dan bingung memikirkan mereka.
کرر لسمعی ذکرهم وحديثهم ، تعمل معی بحياتهم إحسانا
Kurrir lisam’î dzikro-hum wa hadîtsahum ta’mal ma’î bihayâtihim ihsânâ
Ulang ulangilah dalam menyebut mereka agar kau dapat beramal bersamaku, untuk berbuat baik kepada mereka dan mengenang kehidupan mereka.
يارب مکة والصفا بمحمد ، إغفرلنا ياسامعا لدعانا
Yâ robba Makkata wash-shofâ bi Muhammadin ighfir lanâ yâ sâmi’ân lidu’ânâ
Wahai Tuhan pemilik Mekkah dan bukit Shofa, berkat Nabi Muhammad, ampunilah kami, wahai Yang Mendengar doa doa kami.
ثم الصلاة علی النبی وآله ، ماحرکت ريح الصبا أغصانا
Tsummash-sholâtu ‘alân-nabî wa ãlihî mâ harrokat rîhush-shobâ aghshônâ
Kemudian berikanlah sholawat kepada Nabi dan keluarganya, selama angin berhembus dan menggoyangkan dahan dahan pepohonan.

TAK JUMPA NABI KARENA ROKOK


 Diceritakan oleh alhabib Umar bin Muhammad bin Hafidzh

          kira2 sekitar 40thn yang lalu ada seorang syech yang istiqamah di masjid nabawi, istiqamah berziarah ke Nabi Muhammad sallallahu alaihi wassalam. Suatu ketika beliau tertidur dan bermimpi bertemu Rasulullah sallallahu alaihi wassalam sedang mondar-mandir dari pusara beliau ke raudhah, sehingga bingung syech tersebut dan bertanya kpd Rasulullah: "kenapa engkau mondar-mandir ya Rasulullah dari pusaramu ke raudoh?" lalu sang nabi yang mulia Rasulullah sallallahu alaihi wassalam menjawab: "aku ingin menjumpai salah satu cucuku yang sedang sholawat kepadaku di raudoh namun aku tidak dapat menjumpainya karena di dalam kantungnya ada rokok" Tidak lama kemudian terbangunlah si syech tersebut lalu diliatnya salah satu orang yang sedang duduk persis seperti ada di dalam mimpinya, lalu syech tersebut mendatangi sayyid teesebut dan menceritakan perihal mimpinya berjumpa dengan Rasulullah sallallahu alaihi wasalam bahwasannya Rasulullah tidak dapat menjumpainya karena di dalam kantungnya ada rokok, mendengar itu sayyid tersebut menangis dan membuang rokoknya dan sejak itu sayyid tersebut taubat dari merokok.. Wallahua'lam.. Semoga yang masih merokok dikasi berhenti merokoknya dan yang tidak merokok dikasi istiqamah tidak merokok.. Aamiin.. bibarkati wabilhaqi sayyidina Muhammad sallallahu alaihi wassalam...

BUAH SEMANGKA/MELON YANG MENDAPATKAN KEMULIAAN


Oleh : Al Allamah Sayyidil Imam Al Habib Umar bin Hafidz
Penterjemah : Al Habib Jindan bin novel

Suatu ketika seorang shalihin Al Imam syeikh Bisri alhafiy berjalan di pasar dan mata manusia memperhatikan wajah yang penuh kesholehan tersebut.Beliau berjalan dengan tawadu` nya di pasar dan beliau melihat ada buah semangka/melon dan di pegangnya itu buah sedikit saja lalu beliau jalan.

Maka orang-orang yang menyaksikan hal tersebut berlomba-lomba ingin membeli buah tersebut dengan harga yang mahal.

Karena banyak yang menginginkan buah tersebut, dilelanglah buah tersebut, tiba-tiba datanglah seseorang yang mana orang tersebut adalah orang yang lalai banyak lupa (ghoflah), orang yang jauh dari Allah Ta`ala ia ingin membeli sesuatu di pasar tersebut untuk kelalaian yg ia lakukan.(seperti minuman memabukkan apakah khamar dll)

Tatkala ia melihat ada kerumunan org ribut, mengelilingi orang-orang yg berlomba-lomba ingin membeli buah semangka/melon tersebut. Maka org tersebut bertanya, “kenapa ini?apa yang terjadi dengan buah ini?

Berkata salah seorang , “ini buah sudah di pegang oleh tangan Al Imam Bisri al hafiy, maka dia berbalik dan membeli buah semangka/melon tersebut dengan harga yang paling mahal , semua harta yg dia punya di habiskan semuanya untuk membeli buah semangka/melon tersebut dilakukan oleh orang yg tadinya tidak ingin membeli buah semangka/melon tersebut.

Maka ketika dia pulang ke rumahnya bersama teman-teman tongkrongannya itu, maka ia di tanya , engkau lama sekali, dan sekalinya datang tidak bawa yg kita perlukan kecuali hanya buah ini saja satu.

Maka ia jawab : “Ini bukan buah sembarangan”

Ditanya : “Buah apa ini, kenapa dengan buah ini? Apa yang terjadi?

Maka di jawab : “Buah ini pernah di pegang oleh Bisri al hafiy dan orang-orang berlomba-lomba untuk membelinya. Dan uang kalian semua yang tadi untuk membeli sesuatu saya habiskan semuanya untuk membeli satu buah ini dan saya bawa pulang.
Mendengar ucapan tersebut : mulailah hati sanubari mereka tergerak.

“Ya sudah, kalau begitu kita buka buah ini dan kita makan bersama-sama”.

Dan buah tersebut, tidaklah mereka makan, melainkan telah masuk cahaya dari Allah subhanallahu wata`ala ke dalam hati mereka.

Mereka saling melihat satu sama lainnya. 

Maka mereka berkata satu sama lain : Wahai kaum : “Ini adalah seorang hamba yang taat kepada Allah Ta`ala hingga Allah beri kemuliaan ini sampai buah yang ia pegangpun mendapat kemuliaan dari Allah subhanallahu wata`ala.

Maka kita setiap saat bermaksiat, bagaimana menurut kalian kalau kita kembali kepada Allah subhanallahu wata`ala, kita sama-sama menemui Imam itu dan kita sama –sama memohon ampun, bertobat di tangan dia.

Lihat bagaimana pengaruh sentuhan dari orang Sholeh kepada buah yg dapat membawa pengaruh kepada kaum-kaum tersebut sehingga bertobat.

Wallahu`alam

Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa 'ala Jasadihi filjasad, wa alaa Qabrihi filqubuur"
Artinya

(wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur

“Allahumma shalli wa sallim ‘ala Sayyidina Muhammad nuuri-kas saari wa madaadikal jaari wajma’nii bihi fi kulli athwaari wa ‘ala alihi wa shahbihi yannuur

dan jangan Lupa membaca Al-qur'an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur'an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur'an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya

Allah Memuliakan Umat Nabi Muhammad SAW

               
Suatu ketika diYaumul Qiyamah, ada seorang Umat Rosulullah SAW yang diseret-seret oleh Malaikat untuk dibawa ke Neraka. Ketika itu Malaikat Jibril menyaksikannya, lantas Malaikat Jibril menyampaikannya kepada Allah SWT.

“Ya Allah ada seorang Umat RosulMu yang diseret-seret untuk diceburkan ke Neraka Ya Allah.” Kata Malaikat Jibril.

“Coba tanyakan kepadanya , apakah dia pernah duduk bersama Ulama di Majelis Ulama. ?” Jawab Allah SWT.
Lantas malaikat Jibril menghampiri Umat Rosul tsb.

“Apakah benar, kamu selama hidup didunia pernah duduk bersama Ulama di Majelis Ulama ?”

“Tidak Pernah.” Jawab Umat Rosululloh dengan santai.

Malaikat Jibril kembali lagi kepada Allah SWT.
“Ya Allah jawabannya tidak pernah”

“Ya sudah kalau tidak pernah, coba tanyain lagi. Apakah pernah dia selama hidup didunia mencintai Ulama ?”

Malaikat Jibril datang lagi.
“Ada tidak yang engkau cintai dari pada Ulama-ulama ?” Tanya Malaikat Jibril.

“Hitung-hitung tidak pernah, kenal saja tidak” Jawabnya.

Kembali lagi Malaikat Jibril.
“Ya Allah orang tsb tidak pernah mencintai Ulama, kenal saja ia tidak pernah” Katanya.

“Coba tanyakan lagi kepada Orang itu, pernah tidak ia tinggal dalam satu kampung, yang dikampung tsb ada Ulamanya.”

“Meskipun kamu tidak kenal tidak apa-apa, Meskipun kamu tidak pernah ngaji tidak apa-apa yang penting, pernah tidak ia selama hidupmu tinggal bersama Ulama dalam satu kampung ?” Tanya Malaikat Jibril.

“Tidak pernah.” Jawabnya.

“Lapor Ya Allah, ini orang benar-benar nekat hidup satu kampung saja sama Ulama tidak pernah.”

“Ya sudah coba tanya sekali lagi, pernah tidak ia duduk-duduk bersama Ulama, nggak ngaji, cuma duduk-duduk numpang makan bareng ?.”

“Pernah tidak makan bareng bersama Ulama ?”
“Tidak pernah.”

“Tidak pernah Ya Allah.” Kata Malaikat Jibril

“Ini solusi yang kelima, kalau memang tidak bisa, biarkan saja ia diceburkan ke Neraka. Tanyakan sekali lagi, pernah tidak ia mencintai Orang, yang Orang itu mencintai kepada Ulama ?

Dijawab oleh Umat Rosul tsb.
“Iya benar, saya punya teman saya cintai. Itu orang suka ngaji, senang kepada Ulama.”

“Ya dari situlah aku ampuni dosa-dosanya, dari situ pula diberikan Syafa’at, dari situ pula ia dimasukkan kedalam Syurga.” Kata Allah SWT.


Ini bela-belanya Allah SWT kepada Umat Nabi Muhammad SAW. Jadi, bagaimanapun Allah menghisab. Tetapi Allah lebih mengutamakan keselamatan Umat Nabi Muhammad.

Allohumma Sholli A’la Muhammad...

Ingat Ajal, Obat Paling Mujarab


Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru ngaji,

“Ustad, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin mati.”

Sang Ustad pun tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Ustad, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Ustad meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan.”

Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.

Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan.

Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo.

Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.

Yang namanya usaha, pasti ada pasang-surutnya.

Dalam hal berumah-tangga,bentrokan-bentrokan kecil itu memang wajar, lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng, tidak abadi. Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan.

Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita.

“Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.” demikian ujar sang Ustad.

“Tidak Ustad, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” pria itu menolak tawaran sang Ustad.

“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”

“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”

Giliran dia menjadi bingung. Setiap Ustad yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Tapi ustadz yang satu ini aneh. malah Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut “obat” oleh Ustad edan itu. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang.

Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!

Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.

Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yang terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang.

Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”

Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan.

Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.”

Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?

” Ya Allah, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Allah. Aku takut sekali jika aku harus meninggalkan dunia ini “.

Ia pun buru-buru mendatangi sang Ustad yang telah memberi racun kepadanya.

Sesampainya dirumah ustad tersebut, pria itu langsung mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karena ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.

Apa yg terjadi memb, melihat wajah pria itu, rupanya sang Ustad langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang ustad pun berkata

“Buang saja botol itu. Isinya air biasa kok.. Kau sudah sembuh, Apa bila kau hidup dalam kepasrahan, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.

Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan.

Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan. percayalah .. Allah bersama kita.”

Lalu Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Ustad, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini .

Download Qosidah Majlis Maulid Watta'lim Riyadlul Jannah 2013